
"Untuk sementara, kita belum kasih nama, harus soundingkan dulu ke Pak Wali bagaimana nanti pemberian namanya karena ini BUMD Pemko Medan. Kami memantau agak besar dulu baru kita sampaikan kepada teman-teman media. Agar harimau itu tidak stress dan kita juga harus pastikan itu sehat. Dan hari inilah kita pandang waktu yang tepat. Dunia harus tahu bahwa disini terjadi peningkatan populasi harimau, sebanyak dua ekor," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut, Hotmauli Sianturi kepada wartawan di Kebun Binatang Medan, Sumatera Utara, Senin, (1/8).
Kelahiran dua anak harimau ini menurutnya menjadi "kado" peringatan Hari Harimau Sedunia tahun 2016 yang jatuh pada 29 Juli 02016 kemarin. Saat ini, berat masing-masing anak harimau tersebut sudah mencapai 2 kg.
"Sekarang beratnya 2 kilogram. Kemarin waktu lahir, beratnya 1 kilogram. Umur 1 tahun, harimau ini sudah besar sekali," ujarnya.
Kedua anak harimau ini merupakan kelahiran yang kedua dari pasangan yang sama berkat pengembangbiakan secara terkontrol oleh tim medis di Medan Zoo.
"Harapan kita, dua anak Harimau Benggala ini selalu sehat. Kita pantau terus bagaimana perkembangannya. Ini Harimau Benggala, beda. Kalau kita ada Harimau Sumatera, Harimau Jawa dan Harimau Bali. Harimau Bali sudah punah dan Jawa mudah-mudahan masih ada dan Harimau Sumatera juga," demikian Hotmauli.[rgu]
KOMENTAR ANDA