
Sebelumnya para petinggi Podomoro bersikeras menolak keputusan Komite Gabungan bentukan pemerintah pusat yang menghentikan proyek Pulau G garapan PT Muara Wisesa Samudra secara permanan.
"Enggak bisa alasan begitu (pantai sudah rusak). Contohnya, Amir sudah tua, ya sudah gebukin aja. Kan enggak boleh begitu. Itu logika yang enggak normal," tegas Ridwan, di Penus Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (14/7).
Ia mengecam tingkah Podomoro yang sangat angkuh, seolah-olah bangsa Indonesia bisa dibeli dengan uang. Ia bahkan menyarankan Podomoro bertobat tidak lagi menzalimi masyarakat Jakarta.
"Podomoro mesti insaf. Kalau dia merasa menyumbang di Pilpres, bukan berarti negeri ini mereka yang punya. Enggak bisa mereka bertindak sesuka hatinya," ucap Ridwan. [hta/rmol]
KOMENTAR ANDA