
Ketua Pertuni Sumut, Khairul Batubara mengatakan kegiatan ini mereka lakukan setiap hari Kamis.
"Setiap Kamis kami berkumpul disini membaca Al-Quran secara bergantian," katanya.
Khairul mengatakan, pada 17 Ramadhan mereka sudah Khatam Al-Quran. Masing-masing anggota Pertuni menurutnya menyelesaikan pembacaan Al-Quran sebanyak 1 juz per harinya.
"Di rumah mereka juga membaca 1 juz setiap hari," ungkapnya.
Suasana Tadarus Al-Quran oleh para penyandang tuna netra ini berlangsung dengan sangat khidmat. Keterbatasan mereka dalam melihat tidak menjadi kendala dalam melantunan ayat-ayat pada Al-Quran khusus yang mereka miliki. Semua anggota Pertuni yang hadir memiliki kemampuan membaca huruf braille dengan sangat baik. Namun dari sekitar 40 anggota Pertuni yang ada, hanya sekitar 30 orang yang hadir. Ketiadaan ongkos menjadi kendala mereka.
"Hanya 30 yang datang, padahal sebelumnya sudah ada sekitar 40 yang bilang mau datang. Mereka bilang nggak jadi datang karena nggak ada ongkos," demikian Khairul.[rgu]
KOMENTAR ANDA