
"Kita lebih berserah dirilah kepada sang pencipta. Karena seluruh fenomena alam ini berkat ciptaanNya," katanya, Rabu (9/3).
Sebagai fenomena alam yang sangat langka, T Erry mengatakan seluruh masyarakat harus bersyukur dapat menyaksikan gerhana tersebut secara langsung. Ia menyebutkan terakhir menyaksikan gerhana matahari pada tahun 1983 lalu, saat ia sedang mengikuti ujian di Jakarta.
"Waktu itu saya tidak terlalu konsen karena lagi ujian pada waktu itu. Dan hari ini ternyata terjadi lagi dan tentu kita harus bersyukur," ujarnya.
Gerhana matahari yang terlihat dari Sumatera Utara hanya sekitar 70 persen. Meski demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan fenomena alam tersebut sangat tinggi.[rgu]
KOMENTAR ANDA