
Akibat kondisi ini, sekitar 7 ribu warga yang menghuni 3 desa tersebut terisolir dan tidak memiliki akses menuju ibukota kecamatan mereka. Sebab, jembatan tersebut menjadi akses satu-satunya bagi warga.
"Ya tiga desa terisolir, semuanya mendapatkan kesulitan karena sungai tidak bisa dilalui," kata salah seorang penatua desa, Anuari Zendrato, Rabu (4/11).
Warga berharap pemerintah segera tanggap terhadap persoalan yang mereka hadapi dengan membangun kembali jembatan tersebut. Karena kondisi ini dipastikan akan mengganggu perekonomian mereka termasuk mengganggu akses anak-anak menuju sekolah.
"Kendaraan tidak ada yang bisa lewat, harus jalan kaki menerobos sungai dan harus hati-hati," ungkapnya.[rgu]
KOMENTAR ANDA