
Para ahli konstruksi ini tersebat di seluruh daerah di Sumatera Utara, terutama di Kota Medan yang berjumlah sekitar 100 ahli.
"Tenaga ahlli masih terbatas di Kota Medan sekitar 100 tenaga ahli yang sudah memiliki sertifikasi keahlian. Kalau didaerah pada umumnya masih sertifikasi keterampilan," katanya, Jumat (28/8).
Ataknas menurut Gandi terus berupaya meningkatkan kemampuan para pengusaha jasa konstruksi dan pekerja konstruksi di Sumut dengan melakukan berbagai pelatihan. Sertifikasi pengusaha menurutnya hanya menjadi bagian dari legalitas atas peningkatan kemampuan masing-masing. Saat ini para ahli konstruksi tersebut tengah mengikuti pelatihan untuk memperoleh sertifikasi utama.
"Kita berharap mereka nantinya menjadi motor peningkatan kualitas pengusaha dan pekerja di bidang konstruksi," ujarnya.[rgu]
KOMENTAR ANDA