
Menurutnya, 3 kali gagal mengusung interpelasi kepada eksekutif (Pemprovsu) akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap DPRD Sumut semakin hilang.
"Selama ini kepercayaan masyarakat kepada lembaga Legislatif sudah menipis.Khusus di Sumatera Utara kegagalan interpelasi ini juga akan semakin membuat kepercayaan itu semakin hilang, karena akan muncul anggapan adanya politik transaksional dibalik kegagalan ini," katanya, Selasa (21/4/2015).
Selain hilangnya kepercayaan dari masyarakat, kondisi ini juga menurut Arifin akan membuat nilai tawar (bargaining) DPRD Sumut semakin rendah dimata Pemprovsu. Sebab, berbagai penggunaan hak yang melekat pada anggota dewan ternyata tidak mampu digunakan untuk memaksa mereka memberi penjelasan atas berbagai keganjilan yang muncul.
"Mereka akan dianggap hanya mampu menggertak di media massa," ujarnya.
Kedua kondisi ini menurut Arifin tidak ubahnya seperti menciptakan keterpurukan bagi diri sendiri oleh kalangan anggota dewan. Sebab, wacana tersebut muncul dari mereka dan juga gagal oleh mereka sendiri.
"Itu bisa dibilang seperti mengubur diri sendiri," demikian Arifin.[rgu]
KOMENTAR ANDA