
"Apapun alasannya, program Raskin jangan sampai dihentikan. Kalau pun harus dihentikan dengan alasan yang kurang diterima akal, harus ada solusinya dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani," kata Dede menanggapi kebijakan itu, Jum'at (30/1/2015).
Sebelum dihentikan program Raskin ini, sambung Dede, sudah banyak kecurangan yang terjadi. Seperti adanya pengurangan jumlah orang penerima Raskin hingga jatah kilo yang diterima warga. Kondisi itu pun sudah dikeluhkan warga, apalagi dengan penghapusan program. Boleh jadi akan terjadi reaksi keras yang ditunjukkan warga kepada Kabinet Jokowi yang sudah memasuki seratus hari ini.
"Banyak warga di Medan Utara yang tidak mendapatkan Raskin. Sampai sekarang mereka masih berharap bisa terdata menjadi peserta program penerima Raskin. Apalagi kalau mereka tahu Raskin akan dihentikan. Bisa unjukrasa mereka nanti ke Pemko Medan," jelasnya.
Untuk diketahui, wacana penghentian program Raskin di tahun 2016 oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, terlontar saat politisi PDI Perjuangan ini meresmikan Raskin 2015 di Desa Pasirhalang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Rabu lalu (28/1). Puan mengaku, program tersebut diganti, diteruskan atau dihentikan, tergantung hasil data yang dihimpun selama tahun 2015 dari 33 Provinsi yang ada. Karena banyak kejanggalan yang terjadi saat pendistribusiannya.[rgu]
KOMENTAR ANDA