
"Tahun depan, berkas pengajuan pinjaman modal cukup menggunakan selembar kertas yang diketahui Lurah atau Kepala desa, dan birokrasinya tidak sesulit pada priode lalu. Karen itu lah kami (Kementerian Koperasi) menggandeng BRI dan pihak swasta dalam mengembangkan Usaha Menengah dan Mikro ini," ungkapnya.
Sementara itu dalam menyambut MEA 2015 yang sudah diambang pintu, lanjut Puspayoga, Kementerian bersama pemerintah daerah sudah melakukan upaya-upaya. Salah satu contohnya menggelar pelatihan dan pemberian bantuan permodalan secara hibah.
"Dengan dana yang diterima para pengusaha muda tersebut, kami berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik lagi kedepannya," pungkasnya.[rgu]
KOMENTAR ANDA