
"Kita baru mengambil sampel darah dari keluarga korban. Pengambilan darah ini untuk mencocokkan dengan jenazah yang belum dikenali itu," kata Kompol Jauhari Ginting anggata tim DVI Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumut.
Dikatakannya, sampel darah itu diambil dari dua orang, masing-masing anak dan adik korban. Pengambilan sampel dapat dilakukan karena enam orang sebagai keluarga dari PRT korban penganiayaan itu sudah tiba di Mapolresta Medan.
Keluarga ini datang dari Semarang, Jawa Tengah. Mereka ke Mapolresta Medan untuk memastikan perempuan yang tewas itu adalah kerabat mereka. Selain itu, mereka juga berencana ke Karo menyaksikan pembongkaran makam korban di Karo, Sabtu (6/12).
Sementara itu, Kanit Judisila Satreskrim Polresta Medan AKP Martuasah Tobing mengatakan, orang-orang yang diduga sebagai keluarga korban sengaja didatangkan ke Medan untuk kepentingan penyelidikan.
"Hasil sampel darah yang diambil akan dikirim dan dibandingkan di Laboratorium Forensik Polda Sumut. Kita masih menunggu hasilnya, apakah ada kesamaan dengan Cici yang dimaksud atau tidak,” tandasnya. [hta]
KOMENTAR ANDA