
Menanggapi situasi ini, Ketua DPRD Kota Medan HJ Hutagalung mendukung kenaikan UMK yang dipinta para buruh setiap menggelar aksi unjukrasanya sebesar Rp.2,5 juta. "Kalau UMK 2015 Rp2,6 juta terlalu besar, tapi Rp2,5 juta sudah bisa la untuk memenuhi kebutuhan hari-hari pekerja informal ini," ungkapnya Sabtu (22/11).
Menurut HJ Hutagalung, kenaikan KHL dipasaran sudah meningkat cukup signifikan. Jadi kami yang ada di legislatif berharap kepada tri partit, agar benar-benar melakukan survey lapangan dan melalui pertimbangan yang matang dalam memutuskan UMK Medan 2015.
"Harga-harga di pasaran terus merangkak naik. Jadi kami berharap penetapan UMK tahun depan harus benar-benar tidak merugikan ke dua belah pihak," pintanya.
Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut melalui Ketua Wilayahnya Minggu Saragih, meminta kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk menetapkan UMK Medan sebesar Rp2,6 juta. Karena permintaan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan mendasar para pekerja informal. [hta]
KOMENTAR ANDA