
"Yang kita tanam itu pohon Jintungan, Mahoni, Angsana, Pulim, Beringin dan Klumpang. Itu semua jenis tanaman keras. Jadi kalau dia bisa tumbang, berarti karena disebabkan cuaca yang cukup ekstrim," ungkapnya.
Lebih lanjut Zulkifli menambahkan, untuk biaya operasional pemangkasan, Dinas Pertamanan mengambilnya dari anggaran biaya perawatan. Sementara itu terkait biaya operasional penebangan pohon, pihaknya menggunakan dana dari swakelola. "Untuk aktifitas penebangan pohon, kita memanfaatkan tenaga dan fasilitas yang disediakan. Tidak ada biaya tambahan yang diambil dari anggaran perawatan," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, memperingati warga Medan yang beraktifitas diluar rumah khususnya di jalan raya, agar waspada terhadap hujan lebat yang disertai angin kencang. Karena perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan ketahanan pohon menjadi lemah dan membuat dahan maupun rantingnya berjatuhan, sehingga dapat membahayakan orang yang tepat berada dibawahnya.[rgu]
KOMENTAR ANDA