
"Kami tidak pilih kasih, memang Sumut tengah mengalami krisis listrik. Apalagi gedung DPRD Medan yang sekarang ini butuh daya listrik yang lebih besar, yakni 16 ribu KVA kekurangannya," ungkapnya kepada medanbagus.com, Kamis (18/9/2014).
Ketika awak media mempertanyakan lambannya PLN menjawab surat permohonan penambahan daya yang di ajukan Pemko Medan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Medan untuk kebutuhan listrik di gedung DPRD Medan karena Pemko Medan menunggak retribusi, Lelan membantahnya. Pengakuannya, bukan PLN menolak penambahan karena Pemko Medan tersangkut hutang piutang, tetapi memang kapasitas daya listrik yang tidak mencukupi.
"Kalau kondisi daya listrik di Sumut sudah kembali normal, saya jamin tidak ada lagi pemadaman bergilir maupun gedung-gedung yang kekurangan daya. Untuk itulah kita tengah membuka bagi investor untuk menanamkan sahamnya di PLN. Agar mampu membantu kita (PLN-red) mengatasi krisis listrik ini," pungkasnya.[rgu]
KOMENTAR ANDA