
Terlepas dari adanya dugaan motif hutang piutang dibalik peristiwa tersebut, namun penggunaan air soft gun untuk melumpuhkan korban dinilai sangat berbahaya.
"Polisi harus bisa mengusut itu," katanya saat menjenguk Roy, Rabu (20/8/2014) sore.
Hery menyebutkan, penggunaan senjata air soft gun dalam kasus ini merupakan indikasi maraknya penyalahgunaan senjata tersebut ditengah masyarkat. Padahal, replika senjata ini sejatinya digunakan untuk keperluan olah raga menembak saja.
"Kalau penyalahgunaannya tidak bisa ditekan, ini akan berdampak besar di Kota Medan. Belum lagi belakangan ini aksi perampokan dengan senjata tajam juga sudah marak," ungkapnya.
Diketahui, Roy menjadi korban perampokan oleh 6 orang pelaku yang menggunakan senjata air soft gun. Dalam peristiwa ini sepeda motor miliknya jenis Kawasaki Ninja Warrior dilarikan oleh para pelaku. Polisi yang melakukan penyelidikan mengaku mendapatkan indikasi jika aksi perampokan tersebut melibatkan perusahaan leasing.
"Sepeda motor korban dicari salah satu perusahaan leasing, penyelidikan kita akan mengarah kesitu," kata Kapolresta Medan, Nico Afinta.[rgu]
KOMENTAR ANDA