
"Praktik jual beli ini terjadi pagi hari sebelum berlangsungnya ujian nasional," kata Ketua Tim Investigasi KAMG, Benny Sinaga.
Benny menjelaskan, selama 3 hari melakukan investigasi, mereka menemukan seluruh lembar jawaban dari seluruh soal mata pelajaran yang diujikan. Lembar jawaban tersebut menurutnya juga disesuaikan dengan paket soal yang muncul pada ujian.
"Ada 20 paket soal yang dirancang pemerintah untuk mempersulit kebocoran lembar jawaban, namun faktanya lembar jawaban yang muncul juga diberikan sesuai 20 model soal yang ada," ungkapnya.
Kecurangan ini sendiri menurut KAMG merupakan buntut dari kebijakan pemerintah yang menjadikan UN sebagai standart kelulusan nasional. Sehingga memicu siswa untuk menghalalkan segala cara untuk menjawab soal ujian tersebut. [rgu]
KOMENTAR ANDA