
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Begitu masuk, para perampok yang membaca pistol tersebut langsung menodong 2 orang satpam yang sedang berjaga menggunakan senjata api. Mereka kemudian menyekap keduanya dan mematikan seluruh kamera CCTV yang terpasang.
Manager Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa Sanco Simanullang mengaku, hingga saat ini mereka masih mendata kerugian akibat aksi perampokan tersebut.
"Saya masih di luar ini, tapi berdasarkan laporan, yang diambil adalah brankas. Isinya antara lain uang, tapi tidak banyak, dan sertifikat tanah," katanya.
Uang yang berada di dalam brankas berukuran sedang itu, jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Sedangkan sertifikat tanah itu merupakan sertifikat tanah kantor BPJS Tanjung Morawa, bukan milik pihak lain. Kasus ini pun sudah ditangani pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Morawa.[rgu]
KOMENTAR ANDA