
Di Kota Medan misalnya, setiap hari ada 4 partai politik yang melaksanakan kampanye secara serentak dimana hari pertama giliran PPP, Hanura, PBB dan PKPI yang melaksanakan kampanye. Sedangkan hari kedua giliran Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN, kemudian Partai Nasdem, PKB, PKS dan PDIP di hari berikutnya.
"Meskipun ditempatkan dibeberapa titik, namun hal ini membuka peluang terjadinya gesekan antar pendukung," katanya Rabu, (5/3/2014)
Agus menyebutkan, gesekan tersebut terutama saat terjadinya pengerahan massa untuk mengikuti kampanye. Saling ejek diantara sesama pendukung bisa memicu konflik yang jadinya meluas.
"Dalam konsep ilmu sosial, satu kelompok massa bisa terpicu karena persoalan kecil," ujar Dosen FISIP USU ini.
Dikepolisian sendiri, indikasi kerawanan ini telah diungkapkan oleh Kasubdit Politik Polda Sumatera Utara, AKBP Taufik Lubis saat digelarnya rapat koordinasi penetapan jadwal kampanye di KPU Sumut, Sabtu lalu. Meski begitu, kepolisian menyatakan siap untuk mengamankan mengamankan seluruh tahapan pemilu.
"Seminggu sebelum kampanye, kami sudah meminta mereka melaporkan lokasi kampanye dan juga estimasi massa mereka serta lapangan yang akan mereka gunakan," ujarnya
Dengan laporan tersebut, pihak kepolisian menurut Taufik, akan mampu meminimalisir kerawanan yang mungkin timbul tersebut.[rgu]
KOMENTAR ANDA