
Hal ini mereka lakukan karena curiga jika dirumah yang dijadikan tempat pengolahan sarang burung walet tersebut masih terdapat TKW yang disembunyikan. Sebab, tidak diketahui jumlah pasti TKW yang bekerja disana.
"Mereka tidak pernah melapor mengenai para pekerjanya tersebut," kata Muhzi, Selasa (25/2/2014).
Selain tidak melaporkan perihal keberadaan para pekerjanya yang berasal dari luar kota tersebut, Muhzi menyebutkan keluarga Mohar juga sangat jarang bersosialisasi terhadap warga sekitar.
"Informasi yang kita dapatkan, keluarga ini juga tidak bergaul dilingkungan sini," ujarnya.
Diketahui, 14 TKW asal Kupang, NTT, diamankan oleh petugas dari Polresta Medan karena diduga menjadi korban penyekapan. Seluruhnya masih berada di Mapolresta Medan untuk dimintai keterangannya. Selain para TKW, Majikan mereka Mohar juga diamankan polisi berkaitan dugaan penganiayaan pasca tewasnya salah seorang pekerjanya Murni Baun, minggu lalu.[rgu]
KOMENTAR ANDA