post image
KOMENTAR
Meski lontaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung pagi ini, Senin (18/11/2013), tercatat paling tinggi di banding sebelumnya yang mencapai 8 kilometer, namun dampak letusan itu belum mengancam keselamatan warga.

"Ya, Sinabung kembali erupsi pagi ini. Lontaran abu vukanik tertinggi di banding pekan lalu yang mencapai 7 ribu meter. Tapi letusan hari ini tidak ditandai dengan gempa dan tidak ada lontaran awan panas. Arah angin barat daya. Jadi sementara tidak mengancam keselamatan warga," ujar Komandan Tanggap Darurat Erupsi G. Sinabung, Letkol Meyer Putong kepada MedanBagus.Com, sesaat lalu, Senin (18/11/2013).

Menurutnya, desa yang terpapar dampak erupsi kali ini adalah Desa Mardinding yang berjarak sekitar 3 Km dari bibir Sinabung.

" Tapi desa itu sudah kita evakuasi sejak dua minggu lalu. Jadi sementara ini masih aman," jelasnya lagi.

Diketahui, lontaran abu vulkanik Sinabung pagi ini paling dahsyat dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 7 kilometer.

Letusan terakhir Sinabung tercatat Minggu (17/11/2013) malam, pukul 20:45 Wib. Teramati awan panas meluncur sejauh 500 meter ke arah Tenggara. Kondisi masyarakat tenang.

Sementara hingga kemarin, jumlah pengungsi terus bertambah menjadi 6.155 jiwa (1.902 KK) yang tersebar di 16 titik pengungsian.

Pengungsi tersebut adalah:
1) Ds Mardinding di Los pekan T. Nderket 278 KK 940 jiwa
2) Ds Sukameriah GBKP Payung 87 KK 303 jiwa.
3) Mesjid Payung 36 KK 110 jiwa.
4) Ds Bekerah dan Ds Simacem di Los N, Teran 161 Kk  500 jiwa
5) Sentrum 151 Kk 443 jiwa
6) GBKP Simp VI 121 Kk 385 jiwa,
7) Serba Guna KNPI 131 Kk 484 jiwa
8) Klasis GBKP 94 Kk 274 jiwa
9) GBKP Kota 243 KK 807 jiwa.
10) Paroki jln Irian 178 Kk 573 jiwa.
11) Mesjid Agung 132 Kk 509 jiwa.
12) GPDI Indokum Siroga Simp IV 63 Kk 155 jiwa.
13) GBKP Simp Katepul 86 Kk 253 jiwa.
14) GBKP Asrama Kodim 54 Kk 253 jiwa.
15) Kantor ASAP 18 Kk 54 Jiwa
16) Mesjid Istiqrar B. Tagi 69 KK 213 jiwa.

"Hal menonjol adalah terjadi penambahan jumlah pengungsi, desa yang tidak direkomendasi PVMBG, ikut mengungsi dengan alasan takut. Sosialisasi sudah dilakukan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. [ded]

*sumber foto: @tapirofoto

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas