
"Intensitas erupsi Gunung Sinabung masih tinggi dan frekwensi gempa vulkanik masih meningkat. Pagi tadi tinggi letusan mencapai 7.000 meter dengan lama erupsi 1.056 detik dan arah angin barat-barat daya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya kepada MedanBagus.Com, sesaat lalu, Kamis (14/11/2013).
Dikatakannya, pantauan PVMBG Badan Geologi, saat ini puncak Gunung Sinabung tertutup awan cukup tebal.
Tingginya letusan Gunung Sinabung pagi tadi diperkirakan lebih dahsyat dari letusan beberapa waktu sebelumnya. terakhir semburan asap vertikal hingga ketinggian 7 Km terjadi pada 3 November lalu.
Saat itu, status aktivitas Sinabung dinaikan satu tingkat dari waspada menjadi siaga.
Diketahui, Sinabung kembali menggeliat pada pertengahan September 2013 lalu. Statusnya pun sempat di level Siaga. Asap letusan tertinggi sebelumnya mencapai 3 Km. Hanya saja, perlu diketahui, Sinabung mempunyai sejarah melemparkan gulungan awan panas.
"Kapan itu terjadi belum bisa dipastikan karena tergantung aktivitas di dapur magma. Letusan yang dilontarkan Sinabung masih bersifat freatik (semburan uap panas) karena masih menekan batuan di sekitar kawah. Lain lagi letusan magmatik. Gulungan awan panas bisa menuruni lereng gunung. Kondisi Ini harus dijadikan perhatian semua pihak," kata Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Hendrasto awal November lalu. [ded]
KOMENTAR ANDA