
"Terdapat 4.467 hektare (ha) lahan pertanian yang tidak terurus di tiga kecamatan yang terdampak langsung erupsi Gunung Sinabung, yaitu Payung, Tiga Ndreket dan Namanteran. Kerugian di tiga kecamatan ini lebih dari Rp 4 miliar atau hampir mencapai Rp 5 miliar," katanya, Sabtu (9/11/2013).
Perkiraan kerugian ini dihitung dari hasil pertanian di lahan 4.467 ha di sekitar kaki Gunung Sinabung. Petani tidak bisa mengurus dan memanen tanamannya karena terpaksa mengungsi dari kampungnya sejak 29 Oktober lalu.
Selain 4.467 ha di 3 kecamatan yang ditinggalkan, terdapat 3.440 ha lahan pertanian lain yang juga terkena dampak erupsi, namun masih dapat diurus. Warga masih bebas beraktivitas di wilayah itu.
"Untungnya tidak ada lahan pertanian yang fuso, karena hujan sering turun sehingga membantu membuang debu dari tanaman pertanian warga," jelasnya.
Gunung Sinabung sedikitnya telah berulang kali mengalami erupsi, terakhir pada 8 November pukul 18.41 WIB. Karena aktivitasnya yang tinggi, status gunung api ini masih Siaga (level III) dan warga dimibau tidak beraktivitas dalam radius 3 km.
Kawasan di kaki Gunung Sinabung merupakan salah satu sentra tanaman hortikultura di Sumut. Erupsi gunung api itu menyebabkan pasokan sayur mayur ke Kota Medan dan sekitarnya terganggu.
"Supply terganggu, harga-harga hortikultura relatif naik. Kita berdoa agar hujan terus turun, sehingga sayuran tetap dapat dipanen dan tidak berbahaya bagi kesehatan," harapnya. [ded]
KOMENTAR ANDA