MBC. Harga emas dunia sebelumnya sempat mengalami kenaikan akibat kebijakan The FED yang menunda mengurangi stimulus. Namun, beberapa gubernur bank sentral AS yang dalam beberapa hari agenda setelah rapat terkait setimulus, justru beragumen bahwa stimulus akan dikurangi di bulan oktober nanti.
Pengamat ekonomi Sumut/IAIN SU/LP3I Medan & Analis Ekonomi di slah satu sekuritas BUMN di Kota Medan, Gunawan Benjamin, Selasa (24/9/2013).
''Harga emas yang awalnmya mengalami kenaikan mberbalik dibawah tekanan US Dolar. Sementara itu beberapa indikator perekonomian AS seperti debat terkait batas atas hutang pemerintah AS juga menekan harga logam mulia itu,'' katanya.
Dia menjelaskan Ditambah penguatan Rupiah yang sempat di level 11.200 per US Dolar juga menjadi pemicu melemahnya harga emas domestik.
Namun, data terkini menunjukan bahwa Rupiah kembali tertekan dikisaran 11.500 per US Dolar, sementara itu harga emas dunia juga melemah di kisaran level 1.326 / ons troinya. Bila dikonversi ke Rupiah harga emas dunia 491.000/gram nya.
''Namun yang pasti adalah masalah pengurangan stimulus itu cuman masalah waktu saja. Saya sangat yakin sekali kalau stimulus di AS akan di hapuskan di tahun 2014 mendatang. Bertahap mereka akan kurangi dalam waktu dekat. sehingga saya menilai investasi di logam mulia tidak menjanjikan,'' paparnya.
Dia menegaskan mungkin bagi para pemain emas di bursa berjangka bisa mengambil posisi Short (jual dulu baru beli lagi di saat harga turun) untuk meraup keuntungan dalam jangka menengah.
Namun bagi masyarakat yang doyan investasi emas secara fisik, sebaiknya membeli emas hanya untuk kebutuhan konsumsi.[ded]
KOMENTAR ANDA