
"Saya sedih, padahal dulu bertaruh nyawa memperjuangkan kemerdekaan," katanya terisak, Jumat (16/8/2013).
Kesedihan Kliwon ini cukup beralasan, sebab ia dan sejumlah rekannya beberapa kali harus naik dan turun gunung karena terlibat dalam pertempuran. Ia bercerita, sedikitnya ia turut menjadi bagian dalam dua sejarah pergolakan besar di tanah air.
"Perang menumpas PRRI/Permesta, dan Penumpasan PKI," katanya sedikit bersemangat.
Saat ini, Kliwon tinggal di komplek yang berstatus sengketa antara mereka dengan perusahaan pengembang. Lahan tempat tinggal mereka yang didapatkan dari pemerintah atas jasa mereka, tidak luput dari upaya penyerobotan. Inilah yang membuatnya semakin larut dalam kesedihan.
"Kami masih berjuang di tanah merdeka," katanya menyebutkan slogan mereka yang bermakna sindiran bagi kebebasan yang mereka peroleh.[hta]
KOMENTAR ANDA