
Takut peristiwa pembantaian di Gereja HKBP Simanosor, Tapteng beberapa waktu lalu terulang, oleh jemaat dan warga sekitar, wanita yang berdomisili di Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga inipun ditangkap dan diikat. Kemudian dinaikkan ke atas betor (becak bermotor) untuk diboyong ke Mapolsek Sibolga Selatan.
Salah seorang jemaat gereja HKBP Pasir Bidang menuturkan, wanita itu berteriak-teriak mengucapkan kata-kata yang tak senonoh di depan gereja, sambil memegang pisau dan tanpa busana.
''Sewaktu jemaat sedang melaksanakan ibadah, wanita itu berteriak sambil mengucapkan kata-kata kotor. Jadi banyak jemaat yang merasa terganggu, apalagi wanita itu tidak mengunakan busana sambil memegang pisau,'' terang Hendra Pasaribu, di Mapolsek Sibolga Selatan saat mengantarkan wanita itu.
Salah seorang warga setempat bermarga Silaban menyebutkan, wanita itu dikenal memang mengalami gangguan jiwa dan sering berada di daerah itu. Tingkah lakunya disebutkan sering meresahkan, apalagi keluarganya juga sudah tidak memperdulikannya.
''Kami warga sangat resah, apalagi dia membawa-bawa pisau. Di lingkungan ini banyak anak-anak, kita takut nantinya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan karena tingkah lakunya,'' ujar Silaban seperti dikutip dari metrosiantar. [ans]
KOMENTAR ANDA