
Tahun ini, Yayasan Rahmat Indonesia mengadakan diskusi tentang lingkungan hidup, bersama dengan Ikatan Guru-guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI se Sumatera Utara dalam bentuk sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara dengan sub tema ''Pelestarian Lingkungan Bagian yang Tak Terpisahkan dari Berbangsa dan Bernegara'' di Museum Satwa Liar Internasional, Medan, Kamis (6/6/2013) lalu.
''Diskusi ini merupakan bagian dari proses penyadaran kepada masyarakat, khususnya bagi guru-guru TK sebagai pemangku kepentingan dalam pembentukan karakter anak bangsa ke depan. Karena generasi kita adalah pewaris dari apa yang ada saat ini, termasuk lingkungan. Oleh karenanya kami senantiasa mengajak semua pihak untuk bersama-sama melestarikan alam, flora dan fauna. Bahwa empat pilar berbangsa dan bernegara sangat kontekstual dan terkait erat dengan upaya-upaya kita dalam pelestarian alam,'' ujar anggota DPD – MPR RI dan ketua Umum PKBSI ini dalam siaran persnya yang diterima MedanBagus.Com, sesaat lalu, Sabtu (8/6/2013).
Sementara itu, ketua IGTKI PGRI Provinsi Sumatera Utara, Dra.Erna Kusnita,M.Pdi menyatakan rasa terimakasihnya atas perhatian dan kepedulian DR.H.Rahmat Shah.
''Kami bersyukur dan berterimakasih hari ini berkesempatan bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Anggota DPD-MPR RI, Bapak Rahmat Shah. Beliau merupakan figur pemimpin yang patut dicontoh dan teladan bagi masyarakat,'' puji Erna saat menyampaikan kata sambutan.
Kegiatan ini selain berdiskusi, para peserta yang merupakan pengurus IGTKI dari 22 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara, dilakukan pemotongan nasi tumpeng sebagai pertanda memohon kekuatan dan kesavaran dalam menghadapi tantangan berbangsa dan bernegara, termasuk di dalamnya untuk menyemangati perjuangan melestarikan lingkungan.
Bertindak sebagai moderator, tokoh pemuda Sumatera Utara H.M.Daud Sagita Putera yang juga sangat berpengalaman dalam dunia pendidikan dasar. Dari diskusi yang dipandu moderator, para peserta menyampaikan kondisi yang mereka alami terkait dengan hal-hal lingkungan dan pendidikan, termasuk mengenai masih relatif rendahnya tingkat kesejahteraan para guru.[ans]
KOMENTAR ANDA