
''Fenoma di bangsa kita saat ini memang sedang terjadi penghiatan terhadap nilai-nilai Pancasila dengan berbagai modus seperti Korupsi, Kolusi dan berbagai tindak kejahatan yang dilakukan oleh oknum di berbagai tingkatan. Oleh karena itu, MPR RI senantiasa melakukan sosialisasi betapa pentingnya memperkuat dan mengimplementasikan nilai-nila Pancasila tersebut, khsusnya di tengah-tengah masyarakat dan kalangan generasi muda kita. Dari dialog hari ini, banyak sekali keinginan dan harapan dari Guru dan mahasiswa, pentingnya figur teladan yang bisa dijadikan panutan di tengah-tengah masyarakat. Mereka merindukan figur yang menunjukkan keteladanan, tidak seperti yang mereka lihat sehari-hari melalui media televisi serta kecanggihan alat komunikasi, yang jika tidak bijaksana menggunakannya, justeru akan merusak mental dan moral generasi muda,'' ujar Ketua PMI Sumut ini saat memberi sambutan ''Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan'' di Pematangsiantar, Sabtu (1/6/2013).
Sementara itu, narasumber lain, Rahmat W Sembiring, menyatakan sinergitas antara pendidikan karakter bangsa akan sangat memperkuat empat pilar kebangsaan.
''Guna memperkuat empat pilar kebangsaan melalui pendidikan karakter ada empat pendekatan yakni, kultural, edukatif, hukum dan pendekatan struktural. Melalui pendekatan itu, sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai itu baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama lingkungan, maupun kebangsaan, sehingga menjadi manusia insane kamil,'' ujarnya.
Usai pelaksanaan sosialisasi, kepada perwakilan peserta, tokoh masyarakat diberikan cinderamata oleh DR.H.Rahmat Shah, berupa buku ''Setahun Berdirinya Monumen Nasional Keadilan.'' [ans]
KOMENTAR ANDA