
Begitu pun ia mengaku tidak keberatan dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, agar pencetakan naskah Ujian Nasional (UN) SMA dan SMP ke depan dikembalikan ke provinsi.
"Ndak apa-apa, itu opsi, soal teknis. UN itu kan ada substansi dan teknis, dua-duanya terbuka dievaluasi," kata M Nuh di kantornya, Jakarta, Kamis (2/5/2013).
"UN 2010 kan ndak apa-apa. Yang sekarang saja muncul masalah," ujarnya.
Yang terpenting, tegas Nuh, tujuan utama dari semua proses pencetakan UN itu adalah agar anak-anak bisa mendapatkan naskah UN, hingga terjaga kerahasiaannya.
"Kalau cara ke depan terbaik itu (dikembalikan ke provinsi), atau bisa teleprinting, kita terbuka. Bisa saja," tambah M Nuh. [rob]
KOMENTAR ANDA