
"Mafianya gila," begitu istilah yang digunakan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Mahfud MD merasa pernyataannya mengenai keterlibatan mafia narkoba di balik grasi yang diberikan Presiden SBY kepada terpidana narkoba baru-baru ini tidak salah. Dugaan itu, sebutnya, pantas mengingat sejumlah kasus narkoba yang luar biasa.
Dia mencontohkan, Kepala Lapas Nusakambangan dihukum berat karena narkoba. Sidak yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAM juga menemukan jaringan narkoba di beberapa lapas. Lalu ada hakim bersabu-saburia. Penegak hukum lain pun terlibat kasus narkoba.
"Masak kita hanya mau ngributin istilah. Ada gerakan yang selalu ingin membebaskan terpidana narkoba dengan proses yang tak imbang. Jadi pantas, kalau saya menduga ada mafia ikut main dalam proses grasi," kata Mahfud menyikapi ketersinggungan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Mahfud menegaskan bahwa yang "main" bukan Presiden atau orang Istana, melainkan mafioso-mafioso yang canggih yang tak disadari bahwa yang bersangkutan itu adalah mafioso.
"Masak, sih gitu saja tersinggung. Denny Indrayana (sebelum jadi staf khusus dan wakil menteri) pernah bilang ada empat sentra korupsi yaitu Istana, Cendana, Senayan, dan Mabes. Mengapa kalau kepada Denny tak tersinggung?" demikian Mahfud. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA