post image
KOMENTAR
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI), Irman Putra Sidin, sepakat jika negara saat ini dikatakan mengalami galau. Menurut Irman, kegalauan tersebut berakhir atau tidaknya akan ditentukan pada Pemilu Presiden 2014 nanti.

"Negara kita tidak boleh terus dalam kegalauan, di 2014 kita berharap menemukan pemimpin yang kuat. Pemimpin yang bisa menyadarkan kita dari kegalauan itu," tegas Irman kepada wartawan usai menghadiri peluncuran dan diskusi buku "Republik Galau, Presiden Bimbang Negara Terancam Gagal" karya politisi Golkar, Bambang Soesatyo, di kantor YLBHI Jakarta, Minggu (21/10).

Kegalaun saat ini, menurut Irman, bukan hanya dialami oleh presiden, namun juga oleh semua elemen negara, baik dari elemen pemerintahan hingga masyarakat akar rumput (grassroot). Maka hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama, agar negara ini bisa menjadi berkeadilan dan sejahtera.

"Republik galau, menurut saya karena kecintaan rakyatnya terhadap negaranya, mereka mencoba mengingatkan pemimpinya bahwa kita semua sedang galau. Presidenya galau, MA, Polri, DPR, KPK, tentara, pengusaha, dan masyarakat semua sedang galau," ujarnya.

Lebih lanjut Irman menilai, negara saat ini memang belum termasuk gagal, tapi  peluang menjadi negara gagal itu ada dan memang ada indikasi Indonesia sedang menuju ke sana.

"Bisa dikatakan gagal bisa dikatakan tidak. Tapi yang pasti memang kita semua sedang galau. Bahwa galau salah satu indikasi negara gagal, ya. Apalagi yang galau seluruh komponen." Pungkas Irman.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo yang juga Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar mengungkapkan, buku "Republik Galau, Presiden Bimbang Negara Terancam Gagal" yang ia tulis bertujuan mengingatkan pemimpin bangsa untuk melakukan perubahan yang lebih baik, bukan menambah dan membuat masalah baru. [rmol/hta]

Pertamina Turunkan Harga Beberapa Produk BBM Non Subsidi

Sebelumnya

PHBS Sejak Dini, USU Berdayakan Siswa Bustan Tsamrotul Qolbis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa